Boneka Potty Pinguin

boneka potty pinguin

Boneka dengan hewan pinguin, dihiasi dengan aksesoris pita berbetuk dasi pada lehernya. Benih akan tumbuh dari atas tubuh pinguin. Boneka pingguin berukuran 13 x 10 x 8 cm.

Tersedia dalam pilihan bibit padi, jagung, millet (rumput) dan bayam merah.

Kisah Penyelamatan Hutan Hujan GREAT BEAR di Kanada

Manandai 10 tahun Kerangka Kesepakatan Hutan Hujan Great Bear yang menjadi model bagi upaya-upaya penyelamatan hutan di seluruh dunia.

great bear 2005PBB menyatakan 2011 sebagai Tahun Hutan Internasional. Dalam memperingatinya, kita juga harus tetap menyoroti deforestasi yang terus menerus terjadi di seluruh dunia. Kampanye kami di Indonesia, Amazon dan Kongo, dalam kondisi yang sulit dan penuh tantangan untuk mendorong dan memperlambat laju deforestasi ke titik nol, tidak hanya untuk kepentingan semua makhluk hidup yang bergantung pada hutan-hutan yang sangat berharga ini, tetapi juga demi bumi yang memerlukan keberadaan hutan alam untuk mencegah pelepasan karbon ke atmosfer yang ikut menyumbang pada pemanasan global.

Bertepatan dengan Tahun Hutan Internasional ini, Greenpeace juga memperingati suatu tonggak bersejarah dalam penyelamatan hutan dunia, dimana tepat satu dekade lalu diumumkan suatu komitmen, untuk mengatasi deforestasi yang parah di pantai barat Kanada. Saat itu kami sedang berkampanye secara intensif untuk menyelamatkan Hutan Hujan Great Bear, yang merupakan hutan alam sub-tropis pesisir yang masih tersisa di dunia. Kami melakukan blokade di jalan dan kamp logging di dalam hutan, melakukan protes di Kedubes Kanada di berbagai negara, serta melakukan kampanye pasar internasional yang bergema di seluruh dunia.

great bear 2009
Kerangka Kesepakatan Penyelamatan Hutan Hujan Great Bear yang diumumkan pada 4 April 2001, menjadi dasar pendekatan solusi yang berbasis pada aspek lingkungan dan sosial ekonomi terkait masalah penggunaan lahan. Solusi untuk masalah kompleks dari deforestasi global sangat dibutuhkan, dan pelestarian hutan hujan Great Bear adalah salah satu solusi tersebut. Hutan hujan Great Bear memberikan model global yang dapat membantu menyelesaikan tidak hanya masalah lingkungan, tetapi juga menangani masalah keadilan sosial, terutama dalam hal hak-hak masyarakat adat atas wilayah tradisional mereka, dan hak mereka untuk mencari penghidupan yang berkelanjutan.
Peta Hutan Hujan Great Bear

Melihat kembali capaian kampanye solusi hutan hujan Great Bear dari 10 tahun yang lalu, sangat jelas bahwa solusi jangka panjang, terutama dalam permasalahan hak guna lahan yang kompleks, memerlukan komitmen jangka panjang dan memerlukan waktu yang signifikan untuk bisa berhasil. Yah, memang kampanye kami telah berjalan panjang sejak pertengahan 90-an -- lebih dari 15 tahun berkampanye untuk penyelamatan hutan hujan ini.

Hutan hujan Great Bear berada pada perjalanan menuju akhir yang bahagia, tetapi bab terakhir dari perjalanan ini masih belum tertulis. Semua pihak bekerja menuju dua tujuan pada 2014, yaitu untuk menjamin integritas ekologi jangka panjang dari hutan hujan Great Bear, yaitu: 70% perlindungan hutan-hutan alam tua di seluruh wilayah dan perbaikan yang signifikan dalam kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan hujan. Penyelamatan Hutan Hujan Great Bear bisa dikatakan sukses jika kedua kondisi tersebut di atas dapat dicapai.

Kampanye untuk melindungi suara “Clayoquout” dan hutan hujan Great Bear ini telah mengilhami kampanye hutan Greenpeace di Amazon, Kongo dan Indonesia. Dan tahun ini, yang juga merupakan peringatan 40 tahun Greenpeace, kami pun berharap bahwa keberhasilan yang kami capai 10 tahun yang lalu dengan adanya Kerangka Kesepakatan Hutan Hujan Great Bear dapat menjadi model bagi upaya-upaya penyelamatan hutan di seluruh dunia yang berlangsung saat ini.

KILAS BALIK KAMPANYE PENYELAMATAN HUTAN

1. TITIK AWAL DAN PELUNCURAN KAMPANYE, 1995 - 1997

- Demonstrasi aktivis lingkungan dan kampanye hak-hak atas tanah pertama di negara ini berlangsung di Haida Gwaai dan Clayqouot Sound, British Columbia. Kondisi perusakan yang makin menjadi yang dilakukan industri kayu di kawasan ini, menjadi kondisi bagi Greenpeace untuk meluncurkan kampanye perlindungan hutan hujan Great Bear.

- Saat itu penebangan hutan di Great Bear terjadi secara besar-besaran sehingga jika tidak dilakukan pencegahan seluruh kawasan akan habis dalam waktu 25 tahun.

- Aksi pertama yang dilakukan kelompok pelindung hutan merujuk nama Great Bear, dimana di hutan itu hidup ribuan beruang grezzly dan hitam, serta varian unik, beruang putih.

- Pada 1995 Greenpeace dan rekan-rekannya berdiri bersama melakukan kampanye moral melalui perlawanan dan aksi langsung tanpa kekerasan. Dalam dua tahun kami mulai melakukan blokade dan kampanye secara resmi telah diluncurkan.

2. DARI LOKAL KE GLOBAL – KAMPANYE INTERNASIONAL, 1997-1998

“Greenpeace: Akankah orang-orang ini menghancurkan British Colombia?” – headline satu halaman penuh di Vancouver Province, 15 Juni 1997

- Dengan dukungan dari masyarakat setempat, Greenpeace melakukan aksi damai besar dengan memblokade jalan raya yang digunakan untuk mengangkut kayu tebangan, serta memblokade markas penebang kayu. Aksi ini berlanjut dengan hubungan yang lebih erat dengan masyarakat yang terkena dampak langsung perusakan hutan oleh industri, dan membuat panik para pelaku penebangan.

- Pada pertemuan PBB Rio+5, Direktur Eksekutif Greenpeace International Thilo Bode secara langsung mengungkap isu hutan Great Bear kepada kepala-kepala negara yang hadir di sana, sementara di Kanada polisi sedang beraksi membubarkan aksi. Langkah ini mampu membuat masalah huta Great Bear menjadi topik internasional.

- Aksi langsung tanpa kekerasan di hutan terus menerus dilakukan, didukung oleh kapal-kapal Greenpeace, aktivis-aktivis akar rumput, dan masyarakat.

- Berkat perjuangan semua pihak yang bersedia ditahan, masyarakat setempat yang berjuang untuk haknya, pada akhir 1998 nasib hutan Great Bear menjadi perhatian dunia internasional.

3. MOBILISASI MASSA DAN KAMPANYE MARKET – SEBUAH FORMULA KEMENANGAN, 1998-2001

- Dalam tiga tahun kampanye bertujuan mendesak konsumen internasional produk-produk yang berasal dari hutan Great Bear. Meyakinkan mereka untuk tidak lagi membeli produk-produk itu, dan kampanye ini sangat berpengaruh untuk memastikan kemenangan bagi perlindungan hutan.

- Mobilisasi massa di Kanada, pengungkapan foto-foto perusakan kepada publik dan pejabat-pejabat Eropa, tekanan kepada konsumen dan pelanggan di pasar Eropa dan Amerika Serikat akhirnya membawa pada keputusan perusahaan-perusahaan perusak hutan untuk menghentikan aktivits mereka dan bersedia untuk membicarakan solusi pad 2001.

- Mobilisasi massa di hutan juga penting untuk membawa masalah ini di media, dan perhatian internasional.

4. KESEPAKATAN RENCANA KERJA DAN MORATORIUM, 2001

Pada 4 April 4 2001, Kesepakatan Rencana Kerja Great Bear Rainforest diumumkan, dimana perusahaan-perusahaan kayu sepakat untuk mendukung moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan dan sebagai hasilnya Greenpeace dan rekan-rekan menghentikan kampanye marketnya.

5. KESEPAKATAN 2006 dan 2009

Dengan diterapkannya moratorium, maka proses negosiasi menuju solusi berkelanjutan dan baik dengan dasar ilmiah independen dimulai.

6. HUTAN GREAT BEAR HARI INI

Hutan Great Bear Rainforest, yang merupakan seperempat hutan hujan bertemperatur pesisir yang masih tersisa di dunia, kini terlindungi secara baik. 
sumber : greenpeace.org

Boneka Potty Ayam

boneka potty ayam

Boneka dengan bentuk ayam, dihiasi dengan aksesoris bahan flanel untuk kaki dan mulutnya. Benih akan tumbuh dari atas badan ayam. Boneka potty ayam berukuran 13 x 10 x 8 cm.

Tersedia dalam pilihan bibit padi, jagung, millet (rumput) dan bayam merah.

Boneka Potty Kelinci

boneka potty kelinci

Kali ini si kelinci lucu dengan telinganya yang panjang dan giginya yang unik hadir dalam boneka potty. Benih akan tumbuh pada bagian atas badan si kelinci. Boneka potty kelinci berukuran 13 x 10 x 8 cm.


Tersedia dalam pilihan bibit padi, jagung, millet (rumput) dan bayam merah.

Kerang Laut Raksasa Makin Langka

kerang laut raksasa
Populasi kerang laut raksasa atau kima di sekitar perairan Sulawesi Tenggara makin langka akibat maraknya perburuan terhadap hewan dilindungi itu. Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki langkah konservasi apapun untuk melestarikan hewan yang berperan vital dalam keseimbangan ekosistem laut dangkal itu.

Ketua Konservasi Taman Laut Kima Toli-toli, Habib Nadjar Buduha, mengatakan, perburuan kima (Tridacna) di wilayah pesisir timur Sultra sudah terjadi sejak lama. "Kima diburu untuk diambil dagingnya dan cangkangnya sebagai hiasan," kata Habib saat ditemui di pusat konservasi kima yang didirikannya secara swadaya di Kabupaten Konawe, Sultra Minggu (8/5/2011).

Dari temuan-temuannya di lapangan, selain nelayan lokal, banyak pula nelayan asing yang berkedok mencari ikan namun sebenarnya berburu kima di perairan Sultra hingga Sulawesi Tengah. "Seringkali saat menyelam, kami tinggal menemukan cangkang-cangkangnya saja di dasar laut," ujar Habib.

Kondisi itu disesalkan Habib. Pasalnya, di wilayah perairan Indonesia hidup tujuh dari sembilan jenis kima yang ada di dunia. "Dua di antaranya merupakan yang paling langka di dunia, yakni Tridacna gigas dan Tridacna derasa yang sekarang hanya tersisa di perairan Sulawesi hingga Papua," katanya.

Ukuran kima bervariasi mulai dari sekepalan tangan orang dewasa hingga bisa tumbuh mencapai panjang 1,3 meter dan berbobot 250 Kg. Harga daging kima yang mencapai 150 dollar AS per Kg di pasaran internasional membuatnya menjadi komoditas incaran.

Karena itu, Habib berharap pemerintah pusat bisa segera turun tangan untuk melindungi biota laut ini. Pemerintah negara-negara lain di Asia, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Australia sudah melakukan konservasi kima. "Hanya Indonesia yang belum," ujarnya.

Kima memegang peranan penting dalam ekosistem laut dangkal karena ia menjadi filter alami air laut dan cangkangnya menjadi tempat hidup berbagai biota terumbu karang. Telur dan anak-anak kima juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan laut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra Ridwan Bolu mengakui terbatasnya jumlah personil maupun anggaran untuk mengawasi perburuan kima tersebut.

DKP Sultra hanya bisa menggelar patroli laut sekali dalam sebulan di satu kabupaten/kota. Dengan jumlah 12 kabupaten/kota di Sultra, maka DKP hanya bisa menggelar satu kali patroli di setiap kabupaten dalam setahun.

Ridwan menambahkan, selain kendala teknis itu, banyak pula masyarakat yang belum paham tentang status kima sebagai hewan yang dilindungi. "Banyak nelayan yang mengambil kima untuk konsumsi sehari-hari," ujarnya.

Untuk mengatasi kendala itu, Ridwan menyatakan pihaknya mengadopsi sistem pengawasan berbasis masyarakat. Masyarakat didorong membentuk kelompok-kelompok untuk mengawasi wilayah lautnya. "Saat ini sudah terbentuk 80 kelompok di seluruh Sultra," katanya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | fantastic sams coupons